Jasad Yang Ditemukan di Enggano Identik Dengan Crew Kapal Yang Hilang Di Perairan Wilayah Gunung Anak Krakatau
KONTRASBANTEN.COM, BANTEN - Satu jasad tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ternyata teridentifikasi sebagai salah satu dari delapan orang yang berada di Kapal Aru Padatu 1.
Proses pemeriksaan DNA terhadap jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, telah tuntas. Hasilnya, DNA jasad itu identik dengan salah satu kru kapal pengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi sesosok jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang hilang saat membawa rombongan lima jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau.
Kepastian identitas ini dikonfirmasi oleh Dokter Forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, melalui pemeriksaan kecocokan DNA hasil operasi DVI Pusdokkes Polri antara data antemortem keluarga dan postmortem jenazah.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya kecocokan secara genetik antara jenazah dengan keluarga biologisnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, secara genetik teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal," Ungkap Hengki.
Detail Penemuan dan Kronologi
Lokasi Ditemukan:
Jasad awalnya ditemukan oleh warga sebagai "Mr. X" pada Sabtu, 12 September 2026, terdampar di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Jarak yang Cukup Jauh:
Titik penemuan di Pulau Enggano ini berjarak sekitar 340 hingga 345 kilometer jika ditarik garis lurus dari lokasi terakhir kapal terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi / Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kondisi Fisik:
Saat ditemukan, kondisi jenazah pria dengan tinggi sekitar 165 cm ini dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian wajah, sehingga identifikasi mutlak mengandalkan tes genetik/DNA.
LATAR BELAKANG INSIDEN:
KM Arupadhatu dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026 di perairan Selat Sunda saat bertolak untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut mengangkut total 8 orang, terdiri dari 5 jurnalis dan 3 kru kapal.Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian secara intensif dan memperluas radius penyisiran untuk mencari 7 korban lainnya yang belum ditemukan. Rincian korban dalam manifes kapal tersebut meliputi:
Anggota Jurnalis:
M Bagus Khoirunnas (Antara)
Ari Basuki (Merdeka.com)
Yudistiro Pranoto (iNews)
Firman Daus (Anadolu Agency)
Donal Husni (Jurnalis Lepas/Freelance)
3 Kru Kapal:
Surakman (ABK - Teridentifikasi Wafat)
Warta/Surahman (Kapten Kapal - Masih dicari)
Heriyanto (Pemandu/Guide - Masih dicari)