Peresmian serentak pembangunan program kawasan pemukiman, program pengembangan perumahan dan program peningkatan prasarana, sarana, dan utilitas umum(PSU) tahun anggaran 2025
KONTRASBANTEN.COM,SERANG, – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) merealisasikan pembangunan sekitar 407 kilometer jalan lingkungan sepanjang 2025. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan kawasan permukiman, perumahan, serta peningkatan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
Peresmian program tersebut digelar di Kampung Jagabaya, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan dihadiri Wali Kota Serang Budi Rustandi serta jajaran Pemprov Banten, DPRD Provinsi Banten, dan masyarakat setempat.
Data Pemprov Banten mencatat pembangunan jalan lingkungan pada 2025 mencapai 407,432 kilometer. Selain itu, dibangun 75,778 kilometer drainase lingkungan di berbagai wilayah Banten.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten dan DPRD Provinsi Banten yang telah mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Serang.
“Atas nama Pemerintah Kota Serang dan masyarakat Kota Serang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, dan anggota DPRD yang telah memberikan dukungan,” kata Budi.
Menurut Budi, pembangunan jalan lingkungan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah daerah maupun anggota DPRD saat menjalankan kegiatan reses dan menyerap aspirasi konstituen.
“Karena diusulkan oleh masyarakat. Contoh jalan yang sekarang kita duduk ini, diusulkan oleh masyarakat kepada gubernur, kepada wali kota, kepada kepala desa, dan terutama kepada anggota DPRD,” ujarnya.
Program jalan lingkungan Pemprov Banten sebelumnya juga disebut dibangun berdasarkan usulan masyarakat. Pemprov Banten menyatakan terdapat 407 kilometer jalan lingkungan yang direalisasikan dari APBD Banten tahun anggaran 2025.
Selain jalan lingkungan, Pemprov Banten pada 2025 juga merealisasikan sejumlah fasilitas pendukung kawasan permukiman, antara lain rumah tidak layak huni, MCK, posyandu, gedung serbaguna, masjid, landscape, dan penerangan jalan umum (PJU).
Budi menilai pembangunan infrastruktur tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses dan mobilitas warga di kawasan permukiman.
“Tadi saya lihat senyumannya luar biasa karena jalannya sudah bagus,” kata Budi.
Di sisi lain, Budi mengungkapkan Pemkot Serang tengah mendorong pembenahan transportasi umum. Pemkot Serang disebut sedang merintis kolaborasi dengan Perum DAMRI untuk meningkatkan layanan transportasi di wilayah Kota Serang.
“Kita akan perbaiki transportasi karena ketika Kota Serang layak menjadi ibu kota, tentu transportasinya juga jangan ketinggalan,” tuturnya.
Budi menegaskan pengembangan transportasi umum tidak serta-merta menghilangkan keberadaan angkutan kota yang telah melayani masyarakat. Penataan akan diarahkan pada rute dan akses agar sistem transportasi di Kota Serang lebih tertib.
Selain infrastruktur, Pemkot Serang juga menyiapkan program peningkatan sumber daya manusia melalui program Serang Cerdas. Salah satunya berupa program Satu Kelurahan Satu Sarjana.
“Insyaallah tahun depan satu kecamatan satu dokter,” kata Budi.
Pemkot Serang menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Banten dan DPRD Provinsi Banten dalam pembangunan infrastruktur, penataan transportasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hingga peresmian digelar pada 23 September 2026, pembangunan jalan lingkungan dan fasilitas PSU tersebut telah menjadi bagian dari program peningkatan kualitas kawasan permukiman di berbagai wilayah Provinsi Banten.Saya bisa lanjut membuat jika ingin fokus utama pada capaian pembangunan.