Banten Jadi Tuan Rumah Kick-Off Pelatihan Vokasi Nasional, 12.128 Peserta Siap Tingkatkan Kompetensi
KONTRASBANTEN.COM,SERANG, BANTEN — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026. Kick-off program tersebut berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa (1/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mempersempit kesenjangan keterampilan (skill gap), serta memperkuat daya saing sumber daya manusia dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Peluncuran dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, jajaran kementerian dan pemerintah daerah, perwakilan dunia usaha dan dunia industri, serta ribuan peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Darwansyah, mengatakan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 secara keseluruhan menargetkan 340.000 peserta.
Target tersebut terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN dan 270.000 peserta melalui stimulus ekonomi semester kedua. Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti program pelatihan.
Khusus Batch 4, sebanyak 12.128 peserta mengikuti pelatihan secara serentak di 21 balai pelatihan, satuan pelaksana, dan UPTD di berbagai wilayah Indonesia.
Pendaftaran peserta dilakukan secara terintegrasi melalui Skillhub Platform SiapKerja. Sementara itu, pendaftaran Batch 5 juga telah dibuka dengan target 18.000 peserta.
Pelaksanaan pelatihan menggunakan pendekatan Tailor-Made Training (TMT) yang melibatkan dunia usaha dan dunia industri sejak penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, hingga upaya penyerapan lulusan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah memberikan ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas pelatihan vokasi dan program pemagangan.
Pemerintah mengalokasikan Rp1,7 triliun untuk pelatihan vokasi dan Rp4,2 triliun untuk program magang. Tambahan anggaran tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas pelatihan vokasi sebanyak 270.000 orang serta menyediakan program magang bagi 150.000 peserta.
“Pelatihan ini gratis seluruh biaya, peserta juga mendapat uang saku Rp50.000 per hari, serta berhak memperoleh sertifikat kompetensi dari BNSP,” ujar Yassierli.
Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja. Sejumlah bidang yang ditawarkan antara lain pengelasan, green skill, operasi cerdas, agroforestri, kecerdasan buatan dan keterampilan digital, perhotelan, hingga pembuatan roti.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu motor utama dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Airlangga menyampaikan, investasi nasional telah mencapai Rp1.000,6 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 7,2 persen. Sementara Provinsi Banten mencatat investasi sebesar Rp130,2 triliun dan menempati peringkat keempat secara nasional.
Menurutnya, tingginya investasi harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.
“Tantangan yang kita hadapi adalah kesenjangan keterampilan. Rasio pelamar terhadap satu lowongan kerja melonjak dari dua orang menjadi 16 orang. Sementara 54 persen perusahaan menyatakan mengalami kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan. Di sinilah pelatihan vokasi menjadi game changer,” jelas Airlangga.
Selain kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan talenta digital yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun. Sektor energi terbarukan dan ekonomi hijau juga menjadi bidang strategis yang terus dikembangkan.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di BBPVP Serang. Menurutnya, pelatihan vokasi memiliki peran strategis sebagai jembatan antara kebutuhan dunia industri dengan potensi tenaga kerja di daerah.
“Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi tenaga kerja. Pemerintah Provinsi Banten siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan dunia industri agar semakin banyak warga Banten memperoleh akses pelatihan yang relevan dan siap kerja,” ujar Andra Soni.
Pemerintah juga menargetkan pengembangan balai pelatihan melalui penambahan sekitar 15 hingga 19 balai, sehingga jumlah balai pelatihan di Indonesia dapat mencapai sekitar 50–60 balai.
Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya satu juta orang mendapatkan pelatihan setiap tahun. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, produktif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, belajarlah dengan sungguh-sungguh, dan jadilah generasi yang tidak hanya siap bersaing secara nasional, tetapi juga di tingkat global,” pesan Airlangga kepada para peserta pelatihan.