KNPI Provinsi Banten Gelar Musda Ke-VIII dan Santunan Anak Yatim di Serang
KONTRASBANTEN.COM,Serang, 25 Januari 2026 – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VIII yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim, bertempat di Hotel Ledian, Serang, pada Jumat (24/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Wakil Gubernur Banten H. Dr. Achmad Dimyati Natakusumah, M.Si. beserta istri, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Sekretaris Jenderal KNPI, para Ketua dan Wakil Ketua KNPI, jajaran DPD KNPI Provinsi Banten, Polda Banten, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, para kepala OPD, Kesbangpol Provinsi Banten, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) tingkat provinsi, BAPERA, serta anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan.
Musda Ke-VIII KNPI Provinsi Banten berperan sebagai forum strategis untuk konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian sosial KNPI terhadap kelompok yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa KNPI telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun dan memiliki peran penting sebagai pemersatu pemuda bangsa. "Pemuda adalah penegak kesatuan, energi pembangunan, memiliki moral dan budi pekerti yang baik, unggul, berintelektual, serta melek teknologi secara cerdas," ujarnya.
Ia menambahkan, pemuda harus memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada bangsa dan negara. Menurutnya, KNPI telah teruji sebagai organisasi yang mampu menyatukan pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang agama. "Walaupun berbeda-beda, mereka tetap bersatu. Itulah kekuatan pemuda," katanya.
Dimyati juga berharap KNPI dapat menjadi agen perubahan dalam menjawab berbagai persoalan sosial. "Change or die, berubah atau mati, dalam arti pemuda harus berani memperbaiki keterpurukan dan ketertinggalan agar menjadi lebih maju," tegasnya.
Ia menilai KNPI sebagai wadah penting dalam melatih kepemimpinan dasar hingga kepemimpinan strategis, sehingga pemuda siap mengorganisir berbagai elemen masyarakat. "Pemuda perlu aktif tidak hanya di kampus, tetapi juga dalam organisasi kemasyarakatan yang diakui oleh bangsa dan negara. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan melalui proses regenerasi," jelasnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KNPI merupakan organisasi induk dari berbagai OKP, sehingga perlu disatukan dan dipadukan agar menjadi KNPI yang solid dan tunggal. "Harapannya, ke depan KNPI mampu melahirkan program-program strategis dan mencetak pemuda-pemuda Banten yang hebat," pungkasnya.
Sementara itu, Ahmad Jayani, S.H., menyampaikan bahwa Musda Ke-VIII yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim ini mengusung semangat "Satu Pemuda, Satu KNPI". "Ketika kita bersatu, kita mampu menghadapi ombak besar, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak pemuda," ujarnya.
Ia berharap setelah Musda ini, seluruh elemen pemuda dan KNPI yang ada di Provinsi Banten dapat semakin solid dan bersatu. "Saya akan terus mendukung pemuda-pemuda yang ada di Banten," tegasnya.
(Red/Risma).