Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Taktakan Usung Tema Maghrib Mengaji
KONTRASBANTEN.COM, KOTA SERANG – Pemerintah Kecamatan Taktakan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Taktakan Mamat Rahmat, S.IP., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Serang Drs. H. Nanang Saefudin, M.Si., perwakilan perangkat daerah seperti Dinas PUPR dan Dinas Perkim, unsur Forkopimcam, organisasi kemasyarakatan, kepala puskesmas, Karang Taruna, Forum Anak, Forum Mahasiswa, Ketua TP PKK, para lurah se-Kecamatan Taktakan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Taktakan dilaksanakan dengan nuansa Islami dan mengusung tema “Meamengan – Magrib Mengaji”, sebagai bentuk penguatan pembangunan nonfisik yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik di wilayah Kecamatan Taktakan.
Dalam sambutannya, Camat Taktakan Mamat Rahmat menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan tahapan akhir dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat RW hingga kelurahan di 13 kelurahan se-Kecamatan Taktakan. Proses tersebut diawali melalui Rembuk RW, dilanjutkan Musrenbang Kelurahan, hingga penetapan skala prioritas di tingkat kecamatan.
Ia mengungkapkan, sebanyak 5.500 usulan telah dihimpun dari berbagai sektor, meliputi infrastruktur, keagamaan, kesehatan, jalan lingkungan, kepemudaan, serta lingkungan hidup. Seluruh usulan tersebut disaring dan disesuaikan dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan daerah.
“Musrenbang ini bertujuan untuk menyinkronkan visi Pemerintah Kota Serang hingga ke tingkat RT dan RW, dengan mengedepankan potensi wilayah, pemetaan kerawanan, serta kontribusi positif bagi pembangunan kota,” ujar Mamat Rahmat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin menegaskan bahwa dalam RKPD Tahun 2027, Pemerintah Kota Serang akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, pengembangan sektor pariwisata juga menjadi fokus guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika banyak orang singgah di Kota Serang dan tidak hanya sekadar lewat, maka perekonomian akan bergerak, uang beredar, dan kota akan semakin hidup,” jelasnya.
Sekda juga menekankan pentingnya pembangunan nonfisik, khususnya penguatan aspek spiritual dan mental masyarakat. Hal ini sejalan dengan program salat mengaji dan magrib mengaji sebagai bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang seimbang antara fisik dan nonfisik.
“Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh stakeholder. Musrenbang ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kecamatan Taktakan akan membentuk delegasi yang akan mewakili kecamatan pada Musrenbang tingkat Kota Serang. Fokus pembangunan Tahun 2027 diarahkan pada penguatan kegiatan keagamaan, penanganan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting dan gizi buruk, serta peningkatan infrastruktur dasar.
(Red/Risma).