Milad ke-26, Baznas Kabupaten Serang Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
KONTRASBANTEN.COM,SERANG — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang menyalurkan 100 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan dalam rangka Milad ke-26 Baznas Kabupaten Serang, Selasa (15/9/2026).
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500.
Bupati Serang mengatakan, peringatan Milad ke-26 Baznas tahun ini sengaja digelar secara sederhana karena Kabupaten Serang masih menghadapi kondisi tanggap darurat kekeringan. Kegiatan yang semula direncanakan lebih meriah di lapangan tenis indoor dialihkan ke Pendopo Kabupaten Serang.
“Karena saat ini daerah kita masih dalam keadaan bencana. Kekeringan masih ada di beberapa kecamatan dan Kabupaten Serang masih dalam status tanggap darurat,” ujarnya.
Selain bantuan dari Baznas, sebanyak 147 tangki air bersih turut disalurkan melalui OPD, mitra pemerintah, PT Real Estate Indonesia (REI), dan sejumlah pihak lainnya. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai 247 tangki air bersih.
Pimpinan Baznas Kabupaten Serang mengatakan, bantuan sosial yang diberikan tidak hanya berupa air bersih, tetapi juga rumah, jamban sehat, beasiswa, sembako, pengobatan gratis, serta bantuan bagi keluarga yang mengalami musibah.
Sebanyak delapan keluarga korban musibah masing-masing menerima bantuan Rp1 juta. Baznas juga menyalurkan paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Anyer, Cinangka, Pulo Ampel, dan Bojonegara.
Pengobatan gratis dilaksanakan hingga Jumat dan akan diperluas secara bertahap ke sejumlah wilayah. Baznas juga menyiapkan 30 ribu masker untuk masyarakat di 29 kecamatan.
Terkait penanganan kekeringan, Baznas menyebut distribusi bantuan air bersih telah mencapai 201 tangki berdasarkan pengajuan dari desa maupun kecamatan. Baznas memastikan setiap pengajuan bantuan yang masuk telah ditindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Serang menyiapkan pembangunan sumber air permanen melalui sumur bor. Pada 2027, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 11 sumur bor melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dua sumur bor melalui APBD, sehingga total terdapat 13 sumur bor yang direncanakan.
“Di tahun depan insyaallah ada melalui dana alokasi khusus, kita dapat 11 sumur bor yang nanti akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang saat ini terdampak kekeringan,” katanya.
Program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 1.000 penerima pada 2027, dengan pelaksanaan disesuaikan kemampuan anggaran dan kebutuhan wilayah.
Di sisi lain, Baznas Kabupaten Serang terus mendorong peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui kerja sama dengan perusahaan. Salah satunya dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perusahaan agar potensi zakat dan infak karyawan dapat dihimpun sesuai ketentuan.
Baznas berharap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat semakin meningkat sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dapat terus bertambah dan manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Harapan miladnya satu, Baznas lebih dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Penanganan kekeringan di Kabupaten Serang saat ini terus dilakukan melalui distribusi air bersih, sembari pemerintah daerah menyiapkan sumber air permanen melalui rencana pembangunan 13 sumur bor pada 2027.