Festival Kaibon Jadi Awal Kebangkitan Wisata Kota Serang, Visit 2027 Mulai Disiapkan.
KONTRASBANTEN.COM,SERANG – Festival Kaibon yang digelar di depan Kantor Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Sabtu (31/10/2026), berlangsung meriah. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos., serta Kepala Disparpora Kota Serang, H. Ahmad Nuri, S.H., M.Si.
Festival Kaibon menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Serang dalam menghidupkan kembali potensi pariwisata, kebudayaan, serta ekonomi kreatif melalui keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Serang menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas yang ditunjukkan dalam penyelenggaraan Festival Kaibon. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kota Serang.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa ke depan pihaknya akan menyusun kalender event Kota Serang yang memuat berbagai kegiatan sepanjang tahun.
Melalui kalender event tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat mengetahui berbagai agenda kegiatan yang diselenggarakan setiap bulan. Dengan demikian, Kota Serang diharapkan memiliki daya tarik tersendiri sehingga semakin banyak wisatawan dari luar daerah yang berkunjung.
"Ketika banyak orang datang karena adanya berbagai event, tentu akan terjadi transaksi dan perputaran ekonomi. Lebih dari itu, yang ingin kita bangun adalah partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memajukan Kota Serang," ungkapnya.
Ahmad Nuri menambahkan, salah satu langkah penting dalam pengembangan pariwisata adalah merangkul seluruh komunitas kreatif, mulai dari komunitas kebudayaan, pariwisata hingga pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, Festival Kaibon menjadi pemantik awal untuk mengonsolidasikan berbagai komunitas agar turut terlibat dalam pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan.
Hal tersebut juga sejalan dengan visi Wali Kota Serang dalam mewujudkan Kota Serang yang berbasis budaya.
Dalam upaya menarik wisatawan dari luar daerah, Disparpora juga menyiapkan program Visit Kota Serang 2027 dengan mengoptimalkan potensi wisata sejarah, religi, dan budaya yang dimiliki Kota Serang.
Beberapa kawasan yang akan dikembangkan sebagai titik kunjungan wisata di antaranya Alun-Alun Kota Serang, Royal Baru, Makam Sultan Maulana Hasanuddin, kawasan Vihara, serta kawasan Keraton Kaibon.
Selain itu, pengembangan wisata juga akan diarahkan pada kegiatan olahraga dan wisata alam, seperti bersepeda serta potensi wisata Gunung Gedor yang nantinya akan dipadukan dengan berbagai destinasi lainnya.
Ahmad Nuri menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana membangun karakter Kota Serang sebagai kota yang damai, plural, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menilai, warisan sejarah Kesultanan Banten telah memberikan nilai penting tentang kehidupan beragama yang menjunjung tinggi toleransi, kemajemukan, serta nilai-nilai keislaman.
"Karakter Kota Serang harus kita bangun sebagai kota yang damai, plural, dan mampu menerima seluruh elemen masyarakat. Nilai toleransi, kemajemukan, dan kebersamaan harus menjadi bagian dari identitas Kota Serang," jelasnya.
Melalui Festival Kaibon, Pemerintah Kota Serang berharap terbangun sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata serta budaya daerah.
Dengan persiapan kalender event dan program Visit Kota Serang 2027, Kota Serang diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, religi, dan budaya yang mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.