UNTIRTA Gelar Food Security Symposium 2026 di Serang
KONTRASBANTEN.COM,SERANG, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar Food Security Symposium 2026 di Hotel Aston, Serang, Senin (21/9/2026). Kegiatan bertema “Advancing Food Security through Agromaritime Strategies and Innovation” ini membahas penguatan ketahanan pangan melalui strategi agromaritim dan inovasi.
Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pembicara dari dalam dan luar negeri. Forum ini diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus pengembangan kolaborasi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor UNTIRTA menyampaikan apresiasi kepada panitia, mitra, serta para pembicara yang berkontribusi dalam pelaksanaan Food Security Symposium 2026.
Ketahanan pangan, menurut pihak UNTIRTA, tidak lagi dapat ditangani hanya melalui sektor pertanian. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan sumber daya maritim, teknologi, perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, ketahanan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
«“Food security is no longer an issue that can be addressed by agriculture alone. It is closely connected with maritime resources, technology, climate change, environmental sustainability, economic resilience, and community empowerment.”»
Indonesia sebagai negara kepulauan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pendekatan agromaritim. Integrasi sumber daya pertanian dan maritim diharapkan dapat mendukung terbentuknya sistem pangan yang produktif, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.
FSS 2026 juga menjadi forum untuk membahas berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan sistem pangan global. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara riset, kebijakan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah pembicara internasional turut hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Professor Stacia dari University of Saskatchewan dan Mrs. Nurudini dari University of Malaysia. Hadir pula akademisi, peneliti, serta pemangku kepentingan dari berbagai institusi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNTIRTA juga mendorong peserta tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi membangun jejaring akademik dan peluang kerja sama internasional.
«“Let us use this occasion to exchange knowledge, strengthen academic and institutional networks, explore innovative agromaritime strategies, and most importantly identify opportunities for future collaboration.”»
Bagi UNTIRTA, penguatan ketahanan pangan menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Posisi Banten yang memiliki potensi pertanian, pesisir, dan maritim juga dinilai membuka ruang bagi pengembangan riset dan inovasi berbasis agromaritim.
Food Security Symposium 2026 selanjutnya menjadi forum pertukaran gagasan dan pengembangan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, peneliti, praktisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston, Serang, pada 21 September 2026 tersebut dibuka melalui rangkaian sambutan pembukaan oleh Rektor UNTIRTA dan dilanjutkan dengan agenda symposium.Kalau nama Rektor UNTIRTA dan isi sambutan pembukaannya tersedia dari transkrip berikutnya, saya bisa menyatukannya sehingga berita ini menjadi satu artikel utuh dan atribusinya lebih kuat.