Rakerda II BAPERA Banten Perkuat Konsolidasi Pemuda, Dukung Banten Maju dan Bersih
KONTRASBANTEN.COM,SERANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.A.P., Ketua DPD BAPERA Provinsi Banten Dr. H. Ali Hanafiah, S.E., S.H., M.Si., Wakil Ketua Umum DPP BAPERA H. Jahindun Alhamid, Ketua Panitia H. Adam Ay, serta jajaran pengurus dan ketua DPD BAPERA kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Turut hadir unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah, di antaranya perwakilan Polda Banten Kombes Pol Yudis Wibisono, S.I.K., M.H., jajaran Korem 064/Maulana Yusuf, perwakilan Korem 043/Garuda Hitam, perwakilan Grup 1 Kopassus, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Banten.
Rakerda II BAPERA Banten mengusung tema “Konsolidasi BAPERA Banten: Mendukung Banten Maju, Adil, Merata, Bebas dari Korupsi, Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua Panitia Rakerda II BAPERA Banten, H. Adam Ay, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja strategis untuk satu tahun ke depan.
Menurutnya, Rakerda juga menjadi ruang untuk menyelaraskan program organisasi dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten.
“Tujuan utama penyelenggaraan Rakerda kali ini adalah memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan, menyusun rencana dan program kerja strategis untuk satu tahun ke depan, serta menyelaraskan visi dan misi organisasi dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rakerda II diikuti perwakilan DPD BAPERA kabupaten/kota se-Banten. Jumlah peserta dari masing-masing wilayah dibatasi maksimal 50 orang.
Adam juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dalam waktu relatif singkat.
“Panitia berjumlah 16 orang dan hanya diberi waktu persiapan lima hari. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD BAPERA Provinsi Banten, Dr. H. Ali Hanafiah, menegaskan bahwa Rakerda II menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan BAPERA sebagai organisasi kepemudaan yang aktif di tengah masyarakat.
Ali menyampaikan bahwa BAPERA akan terus memperluas jaringan organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan di seluruh Provinsi Banten.
“Insya Allah pada tahun 2027 nanti jaringan BAPERA akan semakin kokoh menjangkau hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan di seluruh Banten,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum DPP BAPERA yang sedianya hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum berhalangan hadir karena harus mendampingi ibunya yang sedang menjalani perawatan intensif di ICU.
Dalam kesempatan tersebut, Ali juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan kesembuhan ibunda Ketua Umum DPP BAPERA.
Gubernur: BAPERA Harus Hadir dan Memberikan Solusi
Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Rakerda II BAPERA Banten.
Ia berharap BAPERA dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus melakukan konsolidasi, menyusun program, serta menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah BAPERA Provinsi Banten. Semoga Rakerda ini menjadi ruang bagi segenap generasi muda untuk meluruskan kebijakan, program, dan aksi nyata ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Andra.
Gubernur juga mengapresiasi tema yang diusung BAPERA, khususnya komitmen mendukung Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus hadir bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendengarkan aspirasi masyarakat dan ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya berharap BAPERA menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan ikut memberikan solusi atas persoalan yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.
Andra menilai pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, dan generasi muda.
Ia juga mendorong agar setiap program yang dijalankan organisasi memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, terutama terkait jumlah masyarakat yang menerima manfaat dan perubahan yang dihasilkan.
“Setiap program harus memiliki ukuran, berapa banyak anak muda yang diberdayakan, berapa banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat, serta outcome atau perubahan apa yang dihasilkan,” ujarnya.
Soroti Erupsi Gunung dan Semangat Gotong Royong
Dalam sambutannya, Gubernur Banten juga menyinggung kondisi masyarakat terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Ia mengapresiasi rencana BAPERA untuk ikut membantu masyarakat dengan mendistribusikan bantuan berupa masker.
Andra menegaskan bahwa meskipun aktivitas erupsi telah mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta menjaga kewaspadaan.
“Bukan berarti kita harus menurunkan kewaspadaan. Kita harus tetap menjaga dan waspada karena ini adalah alam. Kita tidak bisa mengira-ngira dan menduga-duga,” katanya.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan BAPERA merupakan bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Ia berharap gerakan BAPERA ke depan dapat menyentuh berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan keluarga, pendidikan, lingkungan, penanggulangan kemiskinan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Gubernur Paparkan Program Prioritas Pemprov Banten
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Banten yang telah dijalankan bersama Wakil Gubernur Banten.
Salah satunya adalah program sekolah gratis untuk jenjang SMA, SMK, dan SKH swasta di Provinsi Banten.
Ia menyebut program tersebut telah memberikan akses pendidikan gratis kepada sekitar 60.753 siswa-siswi di Banten.
“Artinya akses pendidikan telah kita buka seluas-luasnya. Selain sekolah gratis, stimulus dari pemerintah pusat berupa program makan bergizi gratis juga memberikan semangat baru kepada anak-anak kita untuk belajar dan berangkat ke sekolah,” jelasnya.
Andra juga menyoroti program pembangunan jalan desa melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Program tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun dari desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“Desa adalah pusat pertumbuhan. Desa adalah tempat di mana semua berawal,” ujarnya.
Ia pun membuka ruang bagi BAPERA untuk ikut melakukan advokasi terhadap kebutuhan masyarakat desa dan mengusulkan berbagai program pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Banten.
“Silakan teman-teman BAPERA mengurus dan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Banten atas advokasi yang dilakukan kepada masyarakat desa, pembinaan-pembinaan yang dilakukan kepada masyarakat desa, agar peran BAPERA semakin terasa dalam kehidupan masyarakat,” kata Andra.
Rakerda II BAPERA Banten kemudian dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan program kerja yang konkret dan mampu memperkuat kontribusi BAPERA dalam mendukung pembangunan Banten, sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.