Ilmu Komunikasi Untirta Menyelenggarakan Acara COMBITION "Communication Art Exhibition"
KONTRASBANTEN.COM,SERANG, 15 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menyelenggarakan COMBITION 2026: Communication Art Exhibition, sebuah pameran seni dan kompetisi hasil kolaborasi mahasiswa kelas Komunikasi Visual 4A, 4B, 4C, dan 4D.
Mengusung konsep fun house, kegiatan ini hadir dengan tagline “Art can be translated in many ways. Some says it's an identity, expressionism, or maybe a propaganda. Through our exhibition, art isn't just any of those, but a looking glass towards the beauty of visual communication.” Tagline tersebut menggambarkan seni sebagai medium untuk melihat keindahan komunikasi visual dari berbagai perspektif.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta, Leo Agustino, serta dosen mata kuliah Komunikasi Visual, Rangga Galura Gumelar.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga memperkenalkan para juri yang bertugas sebagai assessor dalam kompetisi. Penilaian dilakukan terhadap lima kategori karya, yakni sketsa bangunan, stencil, WPAP (Wedha's Pop Art Portrait), majalah, serta desain merchandise Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IKOM) Untirta.
Prosesi peresmian COMBITION 2026 ditandai dengan simbolisasi pemotongan tali yang melibatkan dekan, dosen Komunikasi Visual, serta dua juri, yaitu Putri Shafitri dan Gasa. Sebanyak 14 booth pameran menampilkan karya-karya peserta yang menjadi objek penilaian. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk.
Setelah sesi sightseeing mengelilingi area pameran, peserta dan tamu undangan kembali ke tempat masing-masing untuk mengikuti presentasi mengenai proses perancangan desain merchandise yang telah dibuat oleh setiap kelompok.
Memasuki penghujung acara, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize dan pemberian apresiasi kepada 14 kelompok peserta. Agenda yang paling dinanti akhirnya tiba, yakni pengumuman para pemenang kompetisi. Dewan juri menetapkan Kelompok 8 sebagai Juara I, Kelompok 12 sebagai Juara II, dan Kelompok 9 sebagai Juara III. Para pemenang menerima uang pembinaan dan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas karya yang dihasilkan.
Selain memberikan penghargaan kepada peserta, panitia juga menyerahkan sertifikat dan karya WPAP kepada para juri sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kontribusi mereka selama rangkaian kegiatan COMBITION 2026 berlangsung.
Salah satu peserta sekaligus anggota kelompok pemenang lomba desain merchandise, Fadil Al Kahir Selian, mengaku sangat antusias dengan penyelenggaraan acara tersebut.
“Kesan aku benar-benar happy banget karena merasa karya aku dipamerkan. Jadi aku benar-benar merasa bebas berekspresi. Seru banget, ten out of ten,” ujarnya.
Sementara itu, panitia COMBITION 2026, Irene Arum Puspitasari, mengungkapkan bahwa proses persiapan acara berlangsung cukup menantang karena bertepatan dengan persiapan ujian akhir semester.
“Kita cukup hectic karena persiapannya bersamaan dengan UAS mata kuliah lain. Namun setelah melihat antusiasme teman-teman yang sangat menunggu untuk memamerkan karya mereka, bahkan ada yang sampai harus diinfus selama proses pengerjaan, saya merasa sangat senang dan puas dengan hasilnya,” katanya.
Apresiasi juga datang dari salah satu juri, Putri Shafitri, yang menilai kreativitas mahasiswa Untirta memiliki potensi besar untuk berkembang di dunia profesional.
“Keren banget. Terima kasih karena sudah menuangkan ide, inovasi, dan kreativitas luar biasa. Bahkan saya sudah mulai melirik beberapa karya yang berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan di perusahaan-perusahaan, khususnya tempat saya bekerja saat ini. Kemampuan kreatif kalian sejauh ini sangat luar biasa,” tuturnya.
Melalui COMBITION 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta tidak hanya memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengasah kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan komunikasi visual yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini.